30 Mahasiswa Unnes Diterjunkan di SMA Muhammadiyah 1 Semarang melalui LANTIP 8, Menimba Pengalaman dan Siap Berkontribusi di Sekolah
Jumat, 11 September 2026 | Semarang
SEMARANG – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) resmi memulai praktik kependidikan melalui program LANTIP 8 di SMA Muhammadiyah 1 Semarang, Jumat (11/9/2026) pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini menandai dimulainya keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam lingkungan sekolah sekaligus menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku perguruan tinggi.
Memasuki lingkungan pendidikan secara langsung memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kampus. Mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan materi dan konsep pedagogis, tetapi juga perlu memahami bagaimana sebuah sekolah menjalankan berbagai aktivitas pendidikan, membangun interaksi dengan murid, serta menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.
Selama mengikuti program, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas kependidikan. Selain memperoleh kesempatan untuk mengamati dan melaksanakan pembelajaran, mereka dapat mengenal pengelolaan kelas, memahami karakter murid, mengikuti budaya dan tata kehidupan sekolah, serta berkomunikasi dengan para guru dan warga sekolah.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi calon pendidik. Kemampuan mengajar perlu berjalan beriringan dengan keterampilan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, beradaptasi, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Sekolah Membuka Ruang Belajar bagi Calon Pendidik
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Semarang, Aezun, S.Pd., menyambut baik kedatangan 30 mahasiswa Unnes. Ia memandang kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak.
“Bagi kami, kehadiran mahasiswa bukan hanya sebagai peserta praktik, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembelajaran bersama. Mahasiswa dapat belajar secara langsung tentang kehidupan sekolah, sementara sekolah juga dapat memperoleh perspektif dan gagasan baru dari mereka,” ujar Aezun.
Menurutnya, lingkungan sekolah menyediakan berbagai situasi yang dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai profesi guru. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan memanfaatkan masa praktik bukan semata-mata untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga untuk mengamati dan memahami berbagai aspek kehidupan pendidikan.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas seorang guru memiliki cakupan yang luas. Pendidik tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu membangun hubungan yang positif dengan murid dan menunjukkan sikap yang dapat menjadi teladan.
“Menjadi guru bukan hanya persoalan menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana menjadi teladan dan mampu membangun hubungan yang baik dengan murid,” tuturnya.
Aezun turut menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Semarang yang telah mempercayakan SMA Muhammadiyah 1 Semarang sebagai salah satu tempat pelaksanaan LANTIP 8.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Semarang yang telah mempercayakan SMA Muhammadiyah 1 Semarang sebagai tempat pelaksanaan LANTIP 8. Semoga mahasiswa dapat belajar dengan baik, memperoleh pengalaman yang bermakna, dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah,” ungkapnya.
Ia berharap interaksi antara mahasiswa dan warga sekolah dapat berlangsung secara terbuka dan saling mendukung. Dengan komunikasi yang baik, kegiatan praktik kependidikan diharapkan dapat berjalan secara optimal serta memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Menghubungkan Teori dengan Praktik Pembelajaran
Salah satu peserta LANTIP 8, Salsabil Ghaitsa Tirtayasa, melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk memahami secara lebih dekat proses pendidikan yang berlangsung di sekolah.Ia ingin mengetahui bagaimana pembelajaran dipersiapkan dan dilaksanakan, termasuk bagaimana guru menentukan strategi pembelajaran, menyampaikan materi, mengelola kelas, serta melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar murid.
“Saya ingin mempelajari bagaimana proses pembelajaran berlangsung secara nyata di sekolah, mulai dari menyiapkan perangkat pembelajaran, mengelola kelas, menyampaikan materi, menghadapi berbagai karakter murid, sampai melakukan evaluasi,” ujar Salsabil.
Bagi Salsabil, keberadaan mahasiswa di sekolah juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kualitas diri. Interaksi dengan murid dan guru dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan komunikasi sekaligus membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab.
“Menjadi guru bukan hanya tentang menguasai materi, tetapi juga tentang bagaimana bersikap, berkomunikasi, dan memberikan contoh yang baik kepada murid,” katanya.
Ia mengaku tertarik untuk melihat secara langsung keberagaman karakter dan kemampuan murid dalam satu lingkungan kelas. Kondisi tersebut menurutnya dapat menjadi pembelajaran tersendiri bagi mahasiswa dalam menentukan pendekatan yang sesuai ketika berhadapan dengan peserta didik.
“Saya ingin merasakan secara langsung bagaimana suasana kelas ketika berhadapan dengan murid yang memiliki karakter dan tingkat pemahaman yang berbeda,” ungkapnya.
Menjadi Bagian dari Dinamika Sekolah
Berada di lingkungan sekolah membuat mahasiswa perlu berhadapan dengan berbagai situasi yang berlangsung secara dinamis. Rencana pembelajaran yang telah disusun dapat menghadapi kondisi yang berbeda ketika diterapkan di kelas. Pada titik inilah kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri menjadi penting.
Proses tersebut dapat melatih mahasiswa dalam mengembangkan manajemen kelas, komunikasi interpersonal, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, serta kemampuan bekerja sama. Berbagai keterampilan itu merupakan bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesi setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Selain menjalankan tugas yang berkaitan dengan pembelajaran, mahasiswa juga berkesempatan mengenal berbagai kegiatan dan kebiasaan yang menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Keterlibatan tersebut memungkinkan mahasiswa melihat bahwa pendidikan berlangsung melalui berbagai aktivitas, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan memperoleh pendampingan dari pihak sekolah dan perguruan tinggi. Kolaborasi dengan guru pamong, warga sekolah, serta dosen pembimbing menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan praktik berjalan sesuai dengan tujuan program.
Apresiasi dan Dukungan bagi Mahasiswa
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa turut menyampaikan terima kasih kepada Dosen Koordinator Prof. Dr. Aditya Marianti, M.Si. dan Dosen Pembimbing Fakultas Dr. Aris Mulyono, S.Pd., M.Pd. atas arahan, pendampingan, serta dukungan yang diberikan dalam mempersiapkan pelaksanaan LANTIP 8.
Dukungan dari perguruan tinggi dan sekolah menjadi unsur penting dalam memberikan arah kepada mahasiswa selama menjalani praktik kependidikan. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menjalankan tugas, tetapi juga mendapatkan ruang untuk melakukan refleksi terhadap proses yang mereka jalani.
Kerja sama antara Unnes dan SMA Muhammadiyah 1 Semarang melalui LANTIP 8 mempertemukan dua lingkungan pendidikan dalam sebuah proses pembelajaran yang saling melengkapi. Perguruan tinggi membawa bekal akademik dan teori kependidikan, sedangkan sekolah menghadirkan konteks nyata tempat pengetahuan tersebut diterapkan.
Bagi mahasiswa, pengalaman berada di sekolah dapat menjadi kesempatan untuk memahami profesi pendidik secara lebih utuh. Mereka belajar bahwa menjadi guru membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi, tetapi juga kesiapan menghadapi manusia dengan karakter, kebutuhan, dan kemampuan yang beragam.
Pada akhirnya, LANTIP 8 menjadi salah satu tahapan penting bagi 30 mahasiswa Unnes dalam mempersiapkan diri memasuki dunia pendidikan. Mereka tidak hanya datang untuk mengajar, tetapi juga untuk mengamati, berinteraksi, menerima masukan, melakukan refleksi, dan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Penerjunan telah dimulai. Dari ruang kelas, interaksi dengan murid, pendampingan guru, hingga berbagai aktivitas sekolah, 30 mahasiswa Unnes kini memiliki kesempatan untuk menguji pengetahuan yang telah dipelajari sekaligus membentuk diri sebagai calon pendidik yang adaptif, berkarakter, profesional, dan bertanggung jawab.
.jpg(1).jpeg)











Komentar